Blog
Latihan Beban

Latihan Beban

Latihan Beban Untuk Pemain Badminton

Badminton membutuhkan koordinasi mata, tangan yang baik, fleksibilitas gerakan, refleks instan, dan di atas itu semua, kebugaran fisik maksimal untuk bertahan dalam permainan dan pertandingan panjang.

Jadi, penting untuk meningkatkan atribut fisik seseorang ketika bermain badminton dengan melakukan latihan beban selain latihan lain seperti lari cepat, jogging, lompat dan peregangan.

Jika Anda masih tidak yakin tentang latihan beban untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan Anda, pertimbangkan fakta bahwa pertandingan badminton berlangsung antara 20 menit hingga 70 menit, tanpa istirahat selama reli. Jika Anda tidak dalam kondisi puncak, Anda bisa kehilangan banyak poin karena kelelahan.

Alasan lain yang lebih penting untuk latihan beban dalam badminton adalah pencegahan cedera seperti keseleo pada bahu dan sikut yang dapat terjadi karena ketidakseimbangan kekuatan otot yang terjadi karena kurangnya atau tidak cukupnya latihan beban.

Latihan beban dalam badminton terutama dilakukan untuk memperkuat sendi tangan, pergelangan tangan, siku dan bahu serta otot-otot yang mengelilinginya. Selain itu, ini juga dilakukan untuk memperkuat otot perut, punggung, dan tungkai bawah, yang akan membantu Anda dalam meregangkan, menghancurkan, menerjang maju dan menyelam saat bermain badminton.

Pertama dan yang paling penting adalah, Anda harus memegang raket Anda dengan benar untuk melakukan pukulan yang efisien. Anda harus menggunakan genggaman tangan untuk meningkatkan kekuatan otot tangan Anda.

Latihan beban yang digunakan untuk memperkuat lengan dan lengan dapat dilakukan dengan dumb-bells. Contoh gerakan yang bisa dilakukan adalah:

  • Latihan mengangkat barbel dengan pergelangan tangan
  • Latihan mengangkat barbel pada lengan
  • Latihan mengangkat barbel dengan cara meletakan tangan disamping (posisi berdiri) dan kemudian mengangkat tangan menjauhi badan, sampai akhirnya lengan lurus pada bahu

Untuk menguatkan otot-otot dada dan bahu Anda untuk memberi Anda kekuatan untuk pukulan smash, push-up rutin dapat dilakukan di mana tubuh Anda sendiri bertindak sebagai beban untuk melakukan latihan. Dengan latihan yang sama, otot-otot punggung Anda yang mengelilingi bilah bahu di kedua sisi juga diperkuat. Demikian pula, mengangkat barbel juga bisa dilakukan untuk memperkuat otot lengan dan bahu.

Demikian pula untuk menguatkan otot lengan, lengan, punggung, dan dada Anda, tarik secara teratur dalam tiang horizontal bisa sangat berguna yang memberikan latihan pada semua kelompok otot di atas pada saat yang bersamaan. Di sini juga tubuh Anda berfungsi sebagai beban.

Untuk latihan beban khusus otot tengah dan bawah punggung, barbell dipegang di kedua tangan dengan pemain membungkuk ke depan dengan lututnya terkunci, kemudian perlahan menegakkan badan sehingga menggerakkan otot punggungnya.

Sit-up sangat ideal untuk memperkuat otot perut Anda. Dengan gerakan sit-up, tubuh Anda bertindak sebagai beban. Pastikan Anda melakukan sit-up di lantai yang datar sehingga melelahkan punggung Anda. Selain itu, ab crunch atau barbell juga dapat digunakan untuk melatih perut.

Untuk memperkuat otot paha dan betis Anda, latihan berjongkok yang tepat harus dilakukan secara teratur yang memperkuat otot paha depan (paha) Anda, otot paha belakang dan betis serta memperkuat tumit (perlekatan otot betis Achilles tendon ke tulang kalkaneal). Atau, Anda bisa melakukan berjongkok dengan barbel untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik. Saat melakukannya, dua teman (asisten pelatih) dapat berdiri di kedua sisi Anda untuk menopang beban saat Anda menyelesaikan latihan atau Anda bisa menjatuhkan beban ke lantai.

Untuk menguatkan otot betis, dengan meletakkan barbel pada pergelangan bawah kaki (posisi duduk) dan kemudian meluruskan kaki.

Biasanya latihan beban dalam badminton direkomendasikan dua kali atau tiga kali seminggu di tengah-tengah latihan lainnya. Baik. Apa sebenarnya yang dilakukan latihan beban terhadap Anda? Latihan beban menghasilkani hipertrofi serat otot (peningkatan ukuran serat otot individu).

Hal ini meningkatkan kekuatan otot sehingga Anda bisa bermain lebih baik. Hasil juga menunjukkan bahwa gerakan lambat yang membawa beban berat bermanfaat ketika seseorang memilih untuk melakukan latihan beban di badminton karena mereka membantu hipertrofi otot dengan lebih baik.

Satu lagi masalah adalah kapan memulai latihan beban di badminton. Ini sangat ideal untuk memulai sekitar usia 20 karena, sampai usia itu, pertumbuhan tulang terjadi pada orang dewasa. Ketika latihan beban dilakukan sebelum itu, ada risiko cedera pada lempeng pertumbuhan tulang, yang dapat menghambat pertumbuhan tulang tertentu yang mengakibatkan kelainan bentuk.

Tindakan pencegahan yang harus diikuti selama latihan beban dalam badminton:

  • Lakukan pemanasan yang memadai sebelum latihan beban.
  • Pilih berat yang sesuai, tidak terlalu ringan atau sangat berat.
  • Ambil istirahat yang cukup antara 2 hingga 5 menit setelah setiap 10 hingga 15 gerakan.
  • Konsumsi air yang cukup selama pelatihan.
  • Makan karbohidrat dan protein satu jam setelah latihan beban.

Jika Anda memerlukan raket badminton atau raket bulutangkis berbagai merek. Hubungi Graha Sport di :
WA 081332161357
Kupang Baru 1/100, Surabaya.
Melayani pengiriman ke luar negri dengan DHL / FedEX / EMS.

Comments (0)
Leave a Comment